Review

Fabio Taglioni sang penemu Desmodromic-Ducati

Masih seputar Ducati nih bro… Sejarah panjang perjalanan pabrikan asal Bologna – Italia ini bisa memang menarik untuk ditelisik lebih jauh… Bagi mereka yang punya keinginan kuat untuk membangun perusahaan, sepertinya bisa mengambil insight dari jatuh bangunnya perusahaan Ducati brothers ini, tapi pada artikel ini gue mencoba memotret gagasan sang penemu Desmodromic yang fenomenal… Yup, siapa lagi kalo bukan Fabio Taglioni…

Fabio Taglioni terlahir di Lugo, Romagna – Italia pada 10 September 1920 dan meninggal di Bologna pada tahun 2001. Taglioni adalah seorang insinyur Italia yang juga menjadi Kepala perancang dan Direktur Teknis Ducati dari tahun 1954 sampai 1989. Gagasannya yang fenomenal saat itu ketika dia memikirkan sebuah rancangan sebuah mesin dengan kapasitas besar tetapi tidak dengan satu silinder. Berikut kutipan gagasan Taglioni:

“… When Fabio Taglioni wanted to design a big capacity engine, he knew he could not make it single cylinder. But he

decided to design a twin that was as similar to a single as possible. The crankshaft had to be like that of a single, it just

had room for two rods placed side-by-side. All the bottom end was not distinguishable from that of a single except for the two holes for the cylinders. The cylinders were arranged in a “V” but, to allow the best air flow to both cylinders, one was placed horizontally and the other vertically. The angle of the “V” was chosen to be 90°, not only to keep the cylinders apart, but to guarantee the best balance to the engine…”

Kira-kira hasil terjemahan bebasnya begini bro… Si-Taglioni ini menyadari bahwa mesin satu silinder memiliki keterbatasan. Maka dia memutuskan untuk merancang sebuah mesin dengan konsep kembar tetapi menjadi satu kesatuan mesin yang utuh. Poros mesin dibuatkan sudut “V” secara berdampingan, yang satu vertikal sedangkan yang satunya lagi horisontal. Sudut “V” ditentukan menjadi 90 °, hal ini tidak hanya untuk menjaga silinder tetap terpisah, tapi juga untuk menjamin keseimbangan terbaik pada mesin.

Kenangan ketika meraih kemengangan dengan mesin Desmo Twin bersama Mike Hailwood

Kalo ini Gue lagi bareng Matteo Guerinoni (Pembalap Superbike yang menunggangi Ducati 1198S) dan Matteo sedang bersama dua Putrinya Rosa & Azzura Guerinoni.

13 thoughts on “Fabio Taglioni sang penemu Desmodromic-Ducati

  1. Tapi,dulunya sistem desmo itu bukan milik ducati saja kan..tapi setelah dikembangkan lebih lanjut oleh insinyurnya ducati,trus di cap merek dagangnya ducati,jadi buat yg lain ga bisa seenaknya meniru…beneran ga ya?

    • Setahu saya sih udah ada beberapa perusahaan yg coba mengembangkan. Tp yg paling banyak disorot adalah sebuah perusahaan otomotif asal Perancis, Aries.
      Sayangnya mungkin karena masih dalam masa perang, jd terhenti.

    • Setahu saya, udah ada beberapa perusahaan otomotif yang coba mengembangkan mesin berbasis Desmodromic. Tapi yg paling bnyk disorot adalah sebuah perusahaan otomotif asal Perancis, Aries. Sayangnya tidak berkelanjutan, mungkin karena waktu itu adalah masa perang.

  2. @ Lek: Seperti yang tertulis diatas & diartikel gue sebelumnya bro… Gagasan tentang Desmo itu emang dari si Om Taglioni… Krn pada jaman itu, hampir semua mesin selalu pake per, nah… si Dr.T (sebutan Taglioni) mencoba dengan cara yang berbeda. berikut kutipannya…

    “Among the advantages of a desmo engine are that there are no heavy power robbing springs used to close the valves, better protection for the engine if it is over revved, and better performance and/or overall efficiency”

    selanjutnya lihat di: http://www.indobbc.wordpress.com/2010/01/27/ducati-dari-pemancar-radio-sampai-moto-gp/

  3. Wuuuuih, begitu rajin posting, staf ahli wakil rakyat ini sering nongol di BOTD. Hari ini urutan 55. Saya cukup 29 saja:mrgreen:

    @ Giri: cakram ditemukan di Cihideung Udik, dipake buat kompor briket:mrgreen:

  4. Lho, bukannya Desmodromic ditemukan pertama kali oleh Gustav Mees tahun 1896, Bro? Kalo Fabio Taglioni hanya mengembangkan teknologi berbasis desmodromic yg udah ada sebelumnya.
    Setelah dikembangkan, barulah desmodromic dipatenkan oleh Ducati tahun 1968.
    Itu sih menurut pendapat saya, bro (tentunya setelah membaca berbagai referensi).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s