Review

Honda: “Kesuksesan Sang Pendiri & Pabrikan [Bagian-2]

Pada tahun 1928 Soichiro menjadi kepala bengkel Art cabang Hamamatsu. Di Hamamatsu prestasi kerjanya tetap membaik. Ia selalu menerima reparasi yang ditolak oleh bengkel lain. Kerjanya pun cepat dalam memperbaiki mobil, sehingga pelanggan banyak yang puas dengan hasilnya. Untuk dapat memuaskan pelanggan tak jarang Honda bekerja sampai larut malam, bahkan bisa sampai pagi hari lagi loch…!!! Hmmm… Workoholic juga nih…

Sebagai kepala bengkel, ia terkenal galak dan keras. Ia bahkan tak segan-segan untuk memberikan hukuman untuk karyawannya. Sikap tegas ini disikapi berbeda oleh karyawannya, setidaknya terdapat dua golongan. Yang satu adalah yang bertahan dan yang melarikan diri. Dan biasanya, orang-orang yang bertahan adalah orang-orang yang menjadi teknisi handal.

Tidaklah mengherankan bengkel yang pada awalnya hanya memiliki 1 orang karyawan itu, setelah 3 tahun berdiri telah mencapai prestasi berlipat ganda, tercatat sekitar 50 orang karyawan dikelola oleh Honda. Nah… Selama kurun waktu tersebut, masalah perbaikan mobil diserahkan kepada anak buahnya yang awalnya terlebih dahulu diberikan pengetahuan tentang mesin. Sedangkan Honda hanya memeriksa hasil kerja anak buahnya, dan lebih berkonsentrasi pada peningkatan kreativitas dan pengetahuannya dalam bidang mesin.

Otak Honda tetap berfikir kreatif… Pada zaman itu, jari-jari mobil terbuat dari kayu, hingga tidak baik meredam goncangan. Ia punya gagasan untuk menggantikan velk jari-jari itu dengan logam. Hasilnya luarbiasa…!!! Jari-jari logamnya laku keras, dan diekspor ke seluruh dunia. Nah, di-usia 30 tahun inilah Soichiro Honda menandatangani hak paten-nya yang pertama. Mantabsss…!!!

Pada tahun 1933, ternyata Soichiro sudah mulai membuat mobil balap dengan tangannya sendiri, yang ia namakan Curtis. Nama Curtis diambil dari nama mesin yang ia gunakan, mesin pesawat jenis Curtis A1. Dengan mobil buatannya, ia pernah menjuarai balapan tetapi hanya sebagai navigator, bukan sebagai pembalap. Nah… Di tahun yang sama, Soichiro menikah dengan Sachi, seorang wanita berpendidikan. Kehadiran Sachi yang berpendidikan, bagi Soichiro yang tidak menjalani pendidikan formal menjadi sangat besar artinya. Sachi tidak hanya berperan sebagai istri, tapi juga guru yang mengajarkan tata krama dan ilmu-ilmu dasar. Tapi yang paling besar artinya adalah bagaimana Sachi mengerti tentang minat Soichiro pada bidang teknik.

Pada tahun 1934, Soichiro berencana membuat mobil sendiri. Bukan mengambil mesin mobil dari merek-merek terkenal di masa itu. Niat itu pun ia jalani dengan terlebih dahulu membuat ring piston. Di tahun 1935, tepat disamping bengkel Art ia membuat papan nama Pusat Penelitian Ring Piston Art. Di bengkel inilah kali pertama ia membuat Ring Piston…

Namun sayangnya… Ring piston buatan Soichiro Honda selalu gagal…!!! Karena dianggap Ring buatannya tidak memenuhi standar, sehingga selalu ditolak oleh Toyota, hal itu terjadi dikarenakan ia sama sekali tak mengerti masalah pencampuran logam… Oleh karena itulah ring piston buatannya selalu patah atau menggores dinding slinder.

Karena kegagalan itu, Honda sempat jatuh sakit cukup serius. Namun dua bulan setelah itu, kesehatannya pulih kembali. Ia kembali memimpin bengkelnya. Namun, soal Ring Pinston itu ia belum juga menemukan solusinya. Maka demi mencari jawabannya, ia mengambil kuliah lagi untuk menambah pengetahuannya tentang mesin.

Akhirnya ia datang ke Sekolah Tinggi Hamamatsu dan mengambil jurusan mesin, dari sana ia diberitahu bahwa ada campuran lain yang diperlukan untuk membuat ring piston, diantaranya adalah silikon. Dengan informasi yang ia terima, akhirnya ia punya tekad yang bulat untuk melanjutkan sekolah, walaupun saat itu Soichiro sudah berumur 28 tahun…

(Bersambung lagi yach…) 😀

2 thoughts on “Honda: “Kesuksesan Sang Pendiri & Pabrikan [Bagian-2]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s