Review

Story: Peredam Kejut itu bernama ÖHLINS…!!!

Siapa sih Kenth ÖHLINS…???

Bagi penggemar Moto GP tentu sudah sangat familiar dengan OHLINS, ya… Sebuah produk suku cadang dengan fungsi sebagai peredam kejut. Produk OHLINS saat ini sudah menjelma menjadi produk yang sangat diakui keberadaannya, tidaklah mengherankan ketika pagelaran Moto GP tahun 2010 ini hanya menggunakan produk OHLINS yang dibekali dengan sistem Continuously Controlled Electronic Suspension (CES) pada suspensinya.

Pada MotoGP tahun lalu ONLINS dipakai oleh 13 dari 18 pembalap diawal musim tahun 2009, kecuali repsol Honda, Gresini Honda dan Scot Honda yang menggunakan produk Showa yang merupakan produk dari anak perusahaan Honda. Namun lucunya Andrea Dovizioso-Repsol Honda dan Randy de Puniet, berpindah haluan dengan menggunakan OHLINS pada pertengahan musim 2009 lalu, bahkan saat ini semua Joki Tim Honda berpindah memakai OHLINS untuk pertarungan di tahun 2010. What a life…!!!

Sejarah ÖHLINS

Kenth OHLINS adalah seorang motorcrosser yang cukup handal, namun prestasinya biasa-biasa saja hal tersebut dibuktikan dengan ketidakmampuan Ohlins menembus kejuaraan bergengsi olah raga otomotif garuk lumpur tersebut. Namun prestasi yang melempem diajang motorcross tidak berlaku ketika ia mulai membantu orang lain.

Ketika ia memulai perusahaannya sendiri, dia memulai bisnisnya dari seorang pengecer untuk sepeda motor dan moped hingga bisnisnya berkembang sangat cepat. Bahkan terlalu cepat, sehingga perusahaannya menjadi terlalu beragam dan Kenth dipaksa untuk memilih arah pada awal tahun 1980an.

With so many activities going on at the same time we had too much money locked up. I discussed this with my accountant and chose to discontinue with everything except shock absorbers, Kenth says.

Setelah berbicara dengan akuntan pribadinya akhirnya Kenth Ohlins memutuskan untuk menentukan pilhan pada satu kegiatan saja, yaitu fokus pada shock absorbers, karena pada saat itu menurut analisis Kenth, kebutuhan akan produk ini akan besar dan persaingan belum terlampau banyak.

Peredam kejut Öhlins pertama kali dipakai pada sepeda motor pada kejuaraan dunia pada tahun 1978. Pengendaranya saat itu adalah Gennady Moiseev dari Rusia, saat itu ia mengendarai KTM di kelas 250cc motocross.

Hal yang mengesankan bagi Kenth Ohlins adalah ketika dia memenangkan kejuaraan dunia pertamanya pada tahun 1979 dan mendapatkan hadiah Carlqvist Håkan.

Lalu untuk mengembangkan bisnisnya Kenth Ohlin membuat keputusan yang masih berlaku hingga saat ini. Yaitu bagi para pengendara yang ingin membantu diharuskan membayar untuk suku cadang dan layanan. Mensponsori event dengan suku cadang gratis tidak pernah terjadi pada perusahaan ini. Pada titik ini Öhlins berbeda dari pesaing lain.

For sure it has happened that riders have got things free from other companies and left us. But they have for the most returned to us after a month or two, says Kenth.

Pernah pada suatu waktu ada Riders yang mendapatkan sokongan spare parts gratis dari sebuah perusahaan, namun setelah itu mereka kembali lagi setelah satu atau dua bulan… Hmmm… menurut gue hal itu berangkat dari kepercayaan diri Kenth yang besar terhadap kualitas produk peredam kejutnya… Keren..!!!

Salah satu moment penting lainnya adalah ketika Kenth memutuskan untuk menjual 50 % saham-nya ke Yamaha pada tahun 1987. Sebelumnya Öhlins dikenal sebagai suspensi yang dekat dengan motorcross tapi setelah berkolaborasi dengan Yamaha peredam kejut berbalut kuning emas ini mulai pindah ke balap aspal dengan hasil yang baik. Saat itu Eddie Lawson memenangkan kelas 500cc balap jalanan di Yamaha dengan peredam kejut Öhlins.

Peranan Kenth Öhlins didalam perusahaan ini telah berubah dalam beberapa tahun, awalnya ia adalah otak dibelakang setiap produk peredam kejut ini, namun kini dia memposisikan diri sebagai “the spider in the web” dalam memimpin perusahaannya.

We made a big reorganisation a couple of years ago and recruited two assistant managing directors to make the company more dynamic. But I am still involved in all areas within the company. I don’t design any more but am responsible for the vision of the way technology will develop five years ahead and I still have the feel that enables me to see if something is wrong. At least an hour a day I try to be on the factory floor, he says.

Dalam rangka untuk terus menjadi pemimpin pasar Öhlins berinvestasi setiap tahun sekitar 16 % dari omset pada pengembangan produk baru. Itu berarti hampir 50 juta Kronor Swedia atau sekitar Rp. 64,3 Milyar, Hmmm… Gimana gak canggih tuh suspensi, lah wong biaya pengembangan produknya aja sebesar itu… Hehehe… Mantapsss…!!!

Pada bulan Desember 2007 Kenth Ohlin memutuskan untuk membeli kembali saham mayoritas perusahaan dan sekarang hanya 5% tetap di tangan Yamaha.

Berikut catatan Tonggak Sejarah ÖHLINS :
Tahun 1976, Öhlins didirikan oleh Kenth Öhlins.
Tahun 1978, Titel Juara Dunia pertama Öhlins, Gennady Moiseev
Tahun 1981, Juara Dunia dengan Neil Hudson, Yamaha MX 250
Tahun 1983, Juara Dunia dengan Carlos Lavado, RR 250 Yamaha
Tahun 1984, Sistem Continuously Controlled Electronic Suspension (CES) di-patenkan
Tahun 1984, Membangun Pusat Pengembangan Jonkoping, Swedia.
Tahun 1986, Menyerahkan 50% saham Öhlins ke Yamaha Motor Co, Ltd.
Tahun 1993, Nigel Mansell memenangkan Kejuaraan CART dengan suspensi Öhlins.
Tahun 1996, Membuka cabang perusahaan di Hendersonville, North Carolina.
Tahun 1998, Mebangun mitra kerjasama dengan Tenneco Otomotif untuk sistem CES.
Tahun 1998, Mendapatkan Sertifikasi ISO 9001.
Tahun 2002, Menambah Fasilitas di Upplands Väsby, total 15.000 meter persegi.
Tahun 2003, Volvo S60R yang pertama meninggalkan pabrik dilengkapi dengan Öhlins CES.
Tahun 2006, Sistem TTX dirilis di ke pasar.
Tahun 2006, Mendapatkan ISO 14000.
Tahun 2007, Distribusi & Technical Centre di Nürburgring ; Lebih dari 200 kemenangan dalam Juara Dunia Motorsport.
Tahun 2007, Pada tgl 21 Desember Kenth Ohlin kembali membeli 95% saham perusahaan.
Tahun 2008, Suspensi Öhlins yang dilengkapi CES membuat Haga menang di Donnington Park dalam WSBK.
Tahun 2009, Tercatat Tim Rizla Suzuki, Ducati Marlboro dan  Fiat Yamaha yang menggunakan suspensi Ohlins.
Tahun 2010, Menjadi pemasok tunggal bagi Tim-tim di MotoGP seluruh motor yang berjumlah 17 unit akan menggunakan Ohlins.

Apa yang membuat Ohlins sedemikian pesat kemajuannya, simak pernyataan Kenth Ohlins berikut:

We have good people in all parts of the company, I have always been careful with that and we will continue to be first in development. If I had wanted to run the company just for economic gain I would have done it differently, concludes Kenth Öhlin.

Sebuah pernyataan yang menegaskan bahwa dalam membangun perusahaan yang menjalan bisnis tidak melulu mengejar keuntungan, tetapi selalu berupaya menjadi yang terdepan dalam hal pengembangan tekhnologi… Hehehe… Jadi ingat pabrikan di dalam negeri yang hobbi ganti casing doang nih…!!! Bertolak belakang banget deh sama filosofi bisnisnya si-Kenth Ohlins ini… Xixixi…

25 thoughts on “Story: Peredam Kejut itu bernama ÖHLINS…!!!

  1. whuess…. untuk riset peredam kejut saja sampai Rp 64,3 Milyar… Gede amir… Bro Ardy, jadi memang benar ya ilmu itu mahal… ohlins berinvestasi jangka panjang, sampai risetnya aja segitu; tapi itu sebanding dengan reputasi di kejuaraan internasional… salam untuk jenth ohlins yak? hehehe

  2. oh gitu y a sejarahnya. berarti showa lebih jelek dari ohlins ya 👿
    Btw blogger besar juga gak mau kalah borong pertamax, tapi dewan komentator menyatakan tidak sah podiumnya🙂

  3. @maskur
    iya tuh mas . . . diborong semua pertamaxnya tinggal bensolnya neh. . .

    ohlin. . .
    kira -kira perbedaannya signifikan gak ama shock standar pabrik ,
    ada yang punya reviewnya . . ?

    keep brotherhood,

    salam,

  4. jadi gini, shock Ohlins Yamaha XJR400 itu pendek mas, panjangnya cuma 30 cm dalam kondisi normal tanpa beban. kalau dipakai di motor knalpot pasti mentok ke poldur.

    Alhasil ane ganti aja tuh shock dengan punya Bajaj Pulsar yang lebih panjang,

    mengenai review, empuknya sama dengan punya Pulsar karena menggunakan gas. bedanya cuma di panjang saja.

    kalau boleh bandingkan shock Pulsar/XJR400 yang sama2 pakai gas dengan shock Thunder 125 yang hanya pegas, pada saat shock gas menerima kejutan, misalnya ban masuk lubang, maka benturan tidak akan disalurkan ke bodi namun ditahan oleh gas, sehingga pantat tidak sakit.

    review lebih lanjut akan ane serahkan ke bang Taufik yang akan meminang shock XJR ane..hehehe

    • siyaappp…
      tapi ntar ya . . .rencana niy sok akan ditempel di buritan si guntur
      secara ukuran sok yang 32 sama persis sama sok OEM si Guntur
      sekarang si guntur lagi pake Ohlins wanabe alias YSS GP Shock ukuran 34
      kita lihat bedanya

  5. @kang taufik
    Hehehe iya ding, tp kan baru learn to be a blogger. Kalo dirimu kan udah exist.
    Btw Exist punya lagu terkenal : Mencari alasan.
    eh shock breaker yang enak tuh yang kayak apa ya. terlalu empuk entar ambles. terlalu keras bikin pegal. apa yang sedang-sedang saja?

  6. Wah keren gila kualitas tulisannya mas Ardy!!!!

    Salut banget deh!

    @maskurmambang
    Shock yang enak itu shock yang sesuai dengan kebutuhannya mas😀
    Kalau shock untuk balap mampu merendam hentakan-hentakan ekstream dari braking dan body weight shifting… sehingga karakternya keras dan tidak nyaman buat harian tapi rigid dan responsif untuk balap.

    Yang buat harian yang enak adalah shock yang lembut dan empuk tapi tidak mentul-mentul pas hajar lobang atau polisi tidur (shock yang jarang kita temui kalau dimotor yang punya karakter hampir sempurna punya pulsar hehehehe)

  7. @ Lekjie: Kita tungguin pakde Taufik buatin reviewnya tuh… Kan dia baru angkut dari mas benny… Pakde Taufik ditunggu yah…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s