Review

Telanjang…!!!

Beberapa waktu lalu, setelah pulang dari kantor gue menyempatkan diri untuk mengambil kamera saku yang memang selalu menemani… Yup, bagi gue keberadaan kamera saku ini bisa dikatakan sama pentingnya dengan handphone… Dengan kamera inilah gue bisa merekam beberapa kejadian dijalanan ibukota… Contohnya adalah seperti kejadian berikut ini:

Well… Angkutan klasik beroda tiga ini dengan bebas melenggang dijalan protokol ibukota, tanpa ada rasa bersalah sedikitpun… Ketika gue tegur tuh si-supir dia cuma bisa senyum aja… Gak tahu gue maksud dari senyum-nya itu…??? Kira-kira apa sih yang membuat orang itu bisa begitu cuek sama peraturan…??? Bahkan berani menantang maut seperti itu…???!!! Menurut gue inilah yang dinamakan dengan ke-telanjangan dalam melanggar suatu aturan yang dibuat, bahkan kalo bro & sis perhatikan, gak cuma si supir roda tiga loh yang melakukan ke-telanjangan pelanggaran diatas… Hehehe… Coba lihat lagi deh… So… Monggo, di-share comments nya…

14 thoughts on “Telanjang…!!!

  1. bro & sis semua, menurut hemat saya; hal itu terjadi karena ketidakberdayaan masyarakat itu sendiri… saya bisa menjamin, oknum yang naik bemo tersebut apabila memiliki rezeki lebih tentunya lebih memilih moda transportasi yang aman, nyaman, dan cepat sampai tujuan. bukan juga salah pemerintah yang belum mampu memenuhi hasrat mobilitas kaum terpinggirkan, tetapi memang realita yang terjadi ya seperti itu! disamping murah, hemat, bisa rombongan moda transportasi tersebut dipilih juga karena sesuai dengan kondisi mereka saat itu. yang mereka pikirkan bukanlah safety riding, tetapi “bagaimana caranya agar sampai rumah/tujuan dengan biaya semurah-murahnya”… mungkin mereka juga tidak memikirkan bagaimana jika nanti jatuh, tertabrak, atau distop petugas lalu-lintas… pak Polisi mungkin juga sudah capek mengingatkan warganya ttg keselamatan berkendara… oknum supir bajaj juga berpikir; kenapa harus menolak rezeki yang datang? walau bajaj penuh, yang penting rezeki bisa masuuk… cmmiw

    • Mas rozi, lalu untuk apa ada peraturan, kalo bukan untuk dijalankan… Btw menurut sampeyan, ulah si-sopir ini bisa dibenarkan dengan alasan ‘rezeki’ ya… lalu bagaimana jika terjadi kecelakaan yang berakibat fatal..???

  2. Membenturkan sikap taat seseorang dengan taraf ekonominya bukanlah cara yang tepat dalam memandang kejadian di atas.

    Seharusnya etika, pendidikan dan kepatuhan terhadap peraturan bisa dikembangkan tanpa peduli taraf ekonomi manapun.

    Sayangnya budaya konsumtif dan tidak mau susah sudah telanjur mengakar, hasil didikan media massa. Jadilah produk seperti para pelaku kejadian di atas.

    Solusinya? Kembalikan pendidikan pada tempatnya. Jangan dijadikan komoditas. Uang bukan segalanya. Mari didik sesama dan berbagi ilmu..

    • @bro ardy dan bro benny
      sepakat mas bro…. memang sih kurang bijaksana apabila membenturkan 2 hal yang beda… sepengetahuan saya, memang ada sebagian [oknum] supir, taruh sajalah dalam hal ini sopir di atas yang memang “sengaja” menciptakan suasana tidak tertib lalu-lintas… kadang, kalau mau saya tegur; saya malah jadi tidak berdaya sendiri secara. heuheu… benarr!! pendidikan-lah yang memegang peranan penting di sini… tinggal bagaimana caranya/formulasinya jika sebagian masyarakat masih bertindak sesukanya…

  3. akar masalah bukan disitu. . .
    yang menjadi pangkal dari semua peristiwa dari ada ibu yang jual bayi hingga perilaku nyeleneh di jalan – jalan adalah kurang tepatnya program yang menjadi prioritas yang diambil oleh para penyelenggara negeri ini.
    para penyelenggara lebih asyik membahas bailout century dan yang lainnya berlomba-lomba untuk memprekaya diri sendiri tanpa peduli kepada generasi muda yang tiap hari mati dijalan. . .

    mengutip perkataan sayidina Ali RA “negeri ini akan makmur hanya dengan ilmu dan harta ”

    keep brotherhood,

    salam,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s