Review

Perseteruan HONDA dan YAMAHA

Dear Brothers & Sisters… Setiap akan meluncurkan produk baru, dua pabrikan papan atas tanah air ini selalu melancarkan berbagai macam strategi demi untuk mempertahankan tahta sebagai ‘Market Leader’ setelah Honda sempat tak tergoyahkan dalam beberapa tahun sebelumnya… Saat ini tahta tersebut mulai dirong-rong stabilitasnya, proses kudeta-pun mulai dilakukan oleh Yamaha melalui penjualan skutik-nya yang fenomenal… Hasilnya, seperti bro and sist ketahui, awal tahun ini Garpu Tala sudah leading setidaknya 23 ribuan unit atas rival abadinya sang Sayap Sebelah.

Tidak heran untuk tetap mempertahankan tahta tersebut Honda & Yamaha yang sesama pabrikan Jepun itu saling bermanuver dalam menerapkan strategi marketingnya… Bukan lagi bicara tentang strategi produk, pricing, distribusi dan promosi… Tapi lebih dari itu yaitu strategi ‘PSYWAR’… Hmmm… Minum kopi dulu ahhh… Hehehe…

Ya, Psychological Warfare atau biasa disingkat PSYWAR adalah sebuah kegiatan yang dekat dengan aktifitas intelijen. William E. Dougherty dalam bukunya yang berjudul ‘A Psychological Warfare Casebook’ yang diterbitkan tahun 1958 oleh Johns Hopkins University Press, Baltimore. Menyatakan bahwa: “It adds that the ideologies spread must appear “reasonable, timely, logical, and in accord with existing conditions,” and that they must also be “expressed in the proper idiom, language, and accent in order to elicit the most widespread and sympathetic hearing. (William E. Dougherty, 1958)

Kalo gue terjemahkan secara bebas teks diatas antara lain sebagai berikut: “Bahwa dalam penyebaran suatu ideologi (dalam kontek ini menurut gue adalah opini) harus tampil wajar, tepat waktu, logis dan sesuai dengan kondisi yang ada,” selain itu hal tersebut juga harus dinyatakan dalam ungkapan, bahasa dan aksen yang tepat dalam rangka untuk memperoleh simpati publik secara luas.

Kembali kemarih…!!! Setelah Yoshiteru Takahashi sempat mengeluarkan opini tentang skutik bongsor yang bertolak belakang dengan kebutuhan dan kesenangan orang Indonesia, bahkan menegaskan bahwa Yamaha tidak tertarik untuk main di skutik premium…!!!

Nah… Menurut gue pihak Yamaha memang punya kepentingan untuk melontarkan opini tersebut, hal itu dilakukan demi menjaga dominasinya di-segmentasi skutik… Kalo kita tilik lebih dalam kriteria PSYWAR menurut Dougherty lalu kita cocokkan dengan pernyataan Takahashi diatas, maka apa yang dilakukan oleh Takahashi sudah memenuhi kriteria untuk dikatakan sebagai PSYWAR…!!!

Nah… bagaimana dengan Honda yang menjadi target dari PSYWAR tersebut… Sampai artikel ini ditulis memang belum ada bantahan tanggapan resmi dari pihak seberang… Hehehe… Saran gue sih jangan lama-lama Om… semakin lama Opini ini bertahan tanpa tanggapan yang memadai bisa-bisa malah dianggap jadi kebenaran loh…!!!

Nah… Melihat kondisi seperti itu, maka muncul pertanyaan dibenak gue diantaranya adalah:

Pertama, Apakah AHM terpengaruh dengan Psywar yang dilancarkan oleh rivalnya ini… Jika terpengaruh maka sang skutik bongsor itupun akan mandeg dan gak jadi diluncurkan..??!!!

Kedua, AHM tidak menanggapi Psywar tersebut dan melenggang sendirian tanpa lawan dikelas skutik premium…!!!?!?

Ketiga, AHM menjawabnya dengan menggelontorkan kelas supersport premium…!!! Wah, kalo yang ini sih kemauan gue… hahaha….

14 thoughts on “Perseteruan HONDA dan YAMAHA

  1. YMKI berkepentingan membuat statement tersebut karena, biasa lagh kalau market leader [skutik] memang sukanya membuat opini yang rada kontroversial… tapi mungkin juga ada benernya lho bro…
    jadi inget kata petinggi AHM bahwa motor sport 250cc tidak cocok di Indonesia, sehingga saat itu yang muncul adalah Tiger Revo… saya rasa wajar saja AHM berbicara seperti itu, yaa karena dulu vixion belum jadi giant killer… baru ketika tahu bahwa ninin 250r laku keras di Indonesia, AHM mungkin berpikir sebaliknya/meralat perkataanya…
    naagh, kayaknya ini fenomena yang terjadi di YMKI… dengan bekal Mio saja sudah jadi market leader skutik, dah laagh mio aza… walau sebenarnya MS tergerus karena armada vario cs…
    penginnya seh AHM keukeuh tetep brojolin PCX, atau scoopy sekalian… atau CBR CKD atau CBR 125 basis cs1…. hmmm…

  2. Yang bikin susah kalo lama2 jadi COLDWAR… Dulu AMRIK sama UNISOVIET sama2 menyimpan dan menyiapkan senjata pamungkasnya yaitu nuklir sejak awal 50an dan pada akhirnya senjata pamungkas tersebut sama sekali tak pernah dikeluarken! bagaimana klo seandainya hal yg sama terjadi pada HONDA dan YAMAHA yang sudah menyiapkan senjata pamungkas (motor sport tulen) dan setelah lama nunggu pada akhirnya ga jadi digelontorkan…

  3. Daripada perang pernyataan, mending brojolin aja langsung barangnya. Kalau memang situ yakin bakal diserap pasar. Kalau toh nantinya laku, kan lawanmu itu yang pastinya gigit jempol….

  4. Psywar tapi produknya itu itu aja..gak berkembang..iklannya sangat ndeso, provoktif dan tidak mendidik kalo menurut gw.

    Konsumen yang cerdas lebih baik memilih produk alternatif lain yang lebih eksklusif dan tidak pasaran.

    Masalahnya konsumen cerdas biasanya sedikit..jadi honda dan yamaha masih berkesempatan “meracuni” banyak calon pembeli..haha

  5. YMKI terlalu merendahkan masyarakat kita. apa menurut ymki masyarakat kita gak berhak dpt motor yg canggih, safety, dan mewah? apakah akan selamanya kita disuguhi skutik dgn teknologi jadul dan yg gak safety terus? kasihan oh kasihan bangsaku…..

  6. Gak cocoknya mungkin krn soal harganya yg pasti mahualll, itu aja kata kuncinya. pasti terbatas sekalee MS nya. Ninin 250 R yg katanya laku keras aja cuman 8 rebuan th 2009 (data otomotif terbitan terakir) gak akan sebanding dg cost production & penataan jaringan spare part nya. Beda dg Kawak yg memang mau ga mau hrs keluarin 250 R krn sangat terdesak di bebek (lihat data di tabliod otomotif)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s