Review

[SNI] Standar Nasional Indonesia… Penting Gak Sih..!!!

Rame bahas SNI, sebentar lagi atau tepatnya Tgl. 1 April 2010 helm dengan Standar Nasional Indonesia akan diberlakukan secara wajib. Nah loch…??? Sudah tahu belum tuh…??? Ahh, masa’ sih… Darimana info-nya…??? Sejak kapan diputuskan tuh aturan…??? Terus, Bagaimana dengan helm lama gue yang sudah ada label DOT dan Sneel-nya…??? Itulah deretan pertanyaan yang dapat gue tangkap ketika ngobrol dengan teman2 bikers…

Dear brothers sesuai dengan UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, memang ber-SNI menjadi kewajiban sekaligus cara aman bagi bikers untuk berkendara di jalanan ibukota yang ibarat medan perang… Memangnya kenapa harus pake SNI sih…???!? Yuk kita periksa latar belakangnya dan bagaimana metode-nya… Cekidaut bro…

Latar belakang

Standar Nasional Indonesia (disingkat SNI) adalah satu-satunya standar yang berlaku secara nasional di Indonesia. SNI dirumuskan oleh Panitia Teknis dan ditetapkan oleh Badan Standardisasi Nasional.

Agar SNI memperoleh keberterimaan yang luas antara para stakeholder, maka SNI dirumuskan dengan memenuhi WTO yang termaktub dalam Code of good practice, yaitu:

Openess (keterbukaan): Terbuka bagi agar semua stakeholder yang berkepentingan dapat berpartisipasi dalam pengembangan SNI;

Transparency (transparansi): Transparan agar semua stakeholder yang berkepentingan dapat mengikuti perkembangan SNI mulai dari tahap pemrograman dan perumusan sampai ke tahap penetapannya . Dan dapat dengan mudah memperoleh semua informsi yang berkaitan dengan pengembangan SNI;

Consensus and impartiality (konsensus dan tidak memihak): Tidak memihak dan konsensus agar semua stakeholder dapat menyalurkan kepentingannya dan diperlakukan secara adil;

Effectiveness and relevance: Efektif dan relevan agar dapat memfasilitasi perdagangan karena memperhatikan kebutuhan pasar dan tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku;

Coherence: Koheren dengan pengembangan standar internasional agar perkembangan pasar negara kita tidak terisolasi dari perkembangan pasar global dan memperlancar perdagangan internasional; dan Development dimension (berdimensi pembangunan): Berdimensi pembangunan agar memperhatikan kepentingan publik dan kepentingan nasional dalam meningkatkan daya saing perekonomian nasional.Standar Penilaian

Standar ini menetapkan spesifikasi teknis untuk helm pelindung yang digunakan oleh pengendara dan penumpang kendaraan bermotor roda dua, meliputi klasifikasi helm standar terbuka (open face) dan helm standar tertutup (full face).

Syarat Mutu meliputi: Persyaratan umum (material dan konstruksi) dan Syarat unjuk kerja. Untuk persyaratan material, bahan helm harus memenuhi ketentuan :

  1. Dibuat dari bahan yang kuat dan bukan logam,
  2. Tidak berubah jika ditempatkan di ruang terbuka pada suhu 0 oc sampai 55 oc selama paling sedikit 4 jam dan tidak terpengaruh oleh radiasi ultra violet,
  3. Serta harus tahan dari akibat pengaruh bensin, minyak, sabun, air, deterjen dan pembersih lainnya.
  4. Bahan pelengkap helm harus tahan lapuk,
  5. Tahan air dan tidak dapat terpengaruh oleh perubahan suhu.
  6. Bahan-bahan yang bersentuhan dengan tubuh tidak boleh terbuat dari bahan yang dapat menyebabkan iritasi atau penyakit pada kulit,
  7. Tidak mengurangi kekuatan terhadap benturan maupun perubahan fisik sebagai akibat dari bersentuhan langsung dengan keringat, minyak dan lemak si pemakai.

Konstruksi Helm harus memenuhi persyaratan :

  1. Harus terdiri dari tempurung keras dengan permukaan halus,
  2. Lapisan peredam benturan dan tali pengikat ke dagu,
  3. Tinggi helm sekurang-kurangnya 114 milimeter diukur dari puncak helm ke bidang utama yaitu bidang horizontal yang melalui lubang telinga dan bagian bawah dari dudukan bola mata, dan keliling lingkaran bagian dalam helm berkisar antara 500 mm – 620 mm (berdasarkan kisaran ukuran s, m, l, xl).
  4. Syarat unjuk kerja terdiri dari sungkup,
  5. Sistem penahan,
  6. Ketahanan impak miring, dan
  7. Pelindung dagu.

Cara Uji meliputi:

  1. Uji penyerapan kejut,
  2. Uji penetrasi,
  3. Uji efektifitas sistem penahan,
  4. Uji kekuatan sistem penahan dengan tali pemegang,
  5. Uji untuk pergeseran tali pemegang,
  6. Uji ketahanan terhadap keausan dari tali pemegang,
  7. Uji impak miring,
  8. Uji pelindung dagu dan
  9. Uji sifat mudah terbakar.

Helm dinyatakan lulus uji apabila memenuhi semua persyaratan tersebut. Syarat unjuk kerja helm. Pada produk dan kemasan sekurang-kurangnya harus dicantumkan: Merek atau Logo; Nama Perusahaan; Tipe/model; dan Ukuran.

Hasil SNI akan diberlakukan wajib oleh : DEPARTEMEN PERINDUSTRIAN (78/M-IND/PER/10/2008)

SNI INI MEREVISI :
SNI 19-1811-1990 Helm pengendara kendaraan bermotor roda dua untuk umum

Nah brothers… Masih sayang sama kepala kan…!?!?!?! Mending pake helm SNI deh… Selain sudah melewati uji mutu yang ketat, Standar Nasional Indonesia gak kalah dengan standar helm dari negara lain baik itu Snell, DOT dan yang lainnya… Lagian aneh aja, ada orang bisa beli motor… tapi gak mampu beli Helm bagus dgn SNI. Hmmm……

20 thoughts on “[SNI] Standar Nasional Indonesia… Penting Gak Sih..!!!

  1. tapi kok gak menjawab pertanyaan gw ya… gimana nasib bikers yg pake helm berlisensi dot or snell yg harganya jauh diatas helm sni? trus klo ada bikers yg pake helm replika racer moto gp bakal kena tilang doong???

  2. hmm..kalo gitu ane tanya lagi..

    apakah ada jaminan helm impor DOT dan SNELL yang dijual di Indonesia itu layak pakai? dalam arti tidak kadaluarsa atau tidak cacat?

    kalau urusan tilang ane no comment deh, soale masih pesimis liat penegakan hukum di jalan.

  3. penting sebenarnya
    agar memacu industri helm nasional.
    cuma dalam penerapannya harusnya kata-katanya: “menggunakn helm minimal sesuai SNI, jadi helm yang standarnya diatas SNI tetap masuk
    selain tiu jangan juga dijadikan senjata polisi untuk menilang.
    Ciptakanlah kesadaran agar menggunakan helm itu bukan untuk menghindari polisi, namun untuk keselamatan diri sendiri

    Yang jelas dalam waktu dekat ini perlu sosialisai menyeluruh, baik untuk masyarakat maupun aparat

    mungkin perlu diadakan semacam kampanye
    disertai pembagian helm gratis, dengan syarat membawa helmnya yang belum SNI ditukar dengan helm SNI = kampanye simpatik, gak oake arak-arakan

  4. Helm saya tidak ada logo emboss SNI nya (beli akhir tahun 2008), type helm yang sama seperti helm saya masih diproduksi sampai sekarang, namun yang produksi sekarang ada logo emboss SNI nya…
    Trus nasib helm saya yang gak ada logo emboss SNI nya gimana?

  5. Dear Brothers… Motorplus hari ini Rabu 03/03/2010 bertempat di Lt. 8, ruang Ballroom Kompas di Kebon Jeruk, Jakarta, Sedang mengadakan seminar dengan tajuk, “MENGUNGKAP REALITAS UNDANG-UNDANG NO.22 TAHUN 2009. Dengan narasumber dari pihak kepolisian, kementrian perhubungan serta dari LSM konsumen… Nah, semua pertanyaan diatas sudah dicatat oleh rekan KoBOI yang hadir disana, InsyaAllah akan langsung disampaikan… Smg a.s.a.p kita dapat tanggapan yang positif… Keep tune in ya…

  6. memang kalo bicara penting sih, saya rasa penting
    SNI juga dimaksudkan untk melindungi produsen helm dalam negeri, adanya SNI saya rasa tdk berpengaruh dng Helm yg memiliki kualitas diatas SNI seperti DOT…kan tnggal dilakukan test SNI dan pasti lah helm tersebut akan lolos, hnya memang akn memakan biaya untuk melakukan test..tpi dampaknya tentu sangat besar bagi industri dalam negeri….yang terus terseok-seok dng industri helm dari negara tirai bambu yg kualitasnya buruk dan hanya bersaing dng menggunakan harga yang murah!!
    nah yg jadi masalah itu bagi penegak hukum yg sering menyalahgunakan wewenangnya

  7. kalau bisa merek & type helm yang sama seperti helm yang masih diproduksi sampai sekarang, dpt disubsidi atau ditukar tambah dgn yg ada logo emboss SNI nya. Tentunya kerja sama antara pabrikan & dept. Perindustrian atau pihak2 yg terkait.

  8. kang ardi, ngizin ngasih link ya.
    dear pengunjung warung ijo, Rabu lalu, ada diskusi di motorplus. Kebetulan si bodats hadir, dan sempat menanykan perihal helm SNI. Monggo berkunjung ke http://bodats.wordpress.com. Di sana ada pertanyaan titipan pembaca blog, bikers bahkan pemilik nih warung. Mudah-mudahan bisa informatif. Thanks brader & bradir.😀

  9. kapan ya Indonesia ada yg bikin lembaga model SHARP di Inggris yang tugasnya nge-rating helm hehehe …….

    *ngelus Kyt Runner2 yang rusak .. hiksss

  10. sangat penting nieh,
    tp sosialisasi kpada bikers harus gencar&d barengi mental aparat yg lbh ‘waras’, jngan menggunakan UU yg msih rancu u/ mencari ‘uang rokok’ d jalan… hehe.
    .
    -to mas ardy-> Sory emailnya bru saya bls mas, kmrn sminggu saya cuti, ga bs online. hehe.
    udah ta perjelas mas, misal msh bingung tlong sms k hp saya aja ya mas. :shakehand:

  11. apapun alasannya cuma satu tujuanya untuk keselamatan,so…cuma kita yang harus menyadarinya untuk diri kita sendiri kenapa tdk …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s