Review

Perhatikan bagian Cap Camshaft Pulsar-mu…!!!

Dear brother and sist, senin yang lalu gue sempat mampir ke beres (bengkel resmi), selain untuk keperluan servis berkala, gue juga mengganti bagian Cap Camshaft si-Silvy (Pulsar 200 ku), Nah… perlu bro and sist ketahui bahwa Cap Camshaft ini terdapat pada Pulsar 180 & 200 cc dan beberapa motor brand yang lain seperti Satria FU, Thundy 125, 250 dan beberapa moge seperti CBR 1000, dll. Cap camshaft yang berbahan allumunium Alloy berbungkus karet ini fungsinya sebagai perapat antara cylinder head dan cassing cylinder head. Sedangkan untuk mesin generasi baru Bajaj seperti pada Pulsar 135 Ls, bagian Cap Camshaft ini sudah ditiadakan.

Cap camshaft ini diberes dihargai Rp. 4500,- ditambah ongkos servis jadi Rp. 19.500,- (mahalan ongkosnya ya… Hehehe). Nah, berikut tahapan pemasangannya… Cekidot bro…

Cap camshaft yang mengeras membuat oli mudah merembes…

Untuk melakukan pemasangan Cap camshaft ini memang agak merepotkan. karena harus membuka hampir seluruh bagian atas blok mesin…

Baut-baut blok mesin disekitar engine mounting juga dibuka…

Selain cara-cara konvensional, yang menarik untuk membuka bagian atas blok mesin ini butuh kreatifitas juga ya, hehehe…Iket dulu aahhhh….

Demikianlah bro… Semoga bermanfaat…

13 thoughts on “Perhatikan bagian Cap Camshaft Pulsar-mu…!!!

  1. mas ardy, pulsar saya 180dtsi th 2007, saya dah dua kali ganti tu cap camshaft. saya tanya2 pemilik pulsar yg laen rupanya problemnya sama. setelah tiga tahun memiliki pulsar yg saya rasakan cuma itu aja kelemahan dr pulsar. smoga bajaj temukan solusi yg bagus..bravo pulsar n pulsarian..

  2. Diganti setelah 10 ribu km ya? Saya sebulan pakai motor bisa 2000 km. Berarti harus ganti tiap 5 bulan sekali. Atau setahun 2 kali. Mirip ganti coolant radiator yang setiap 10 ribu km sekali.😀

    • saya ganti kira2 kalau dah merembesnya banyak aja bang. tapi 3thn make pulsar memang dah 2 kali ganti.harganya murah,masangnya yg mahal..hehehe..abis ga ada toolkitnya

    • Bagian Cap Camshaft Pulsy emang menggemaskan… Harganya sih murah Rp. 4500,- tapi repot masangnya ajach… Btw sebagai masukan mungkin hal ini penting diperhatikan juga oleh BAI, gmn caranya agar bisa memproduksi Cap Camshaft yang lebih berkualitas…

  3. belum ada rembes.. tapi sekarang knalpot di exhaustech nya kalo di gas ada yang berisik yah, apa ada yang harus di las?? ada solusi mas ardy? dah dikasih oli padahal knalpotnya

  4. @ bro Nadi : aje gile 2000km sehari?? Gk salah tuh? Ngider kmana aj om? Weleh2… \m/

    Kalo menurut logika ane,cap tsbt habis dikarenakan usianya, apalagi berbahan plastik. Pertanyaan selanjutnya adalah, knp usianya pendek? Pasti karena pemakaian berlebih, yg biasanya adlah PANAS. Hal ini bisa di antisipasi dgn memilih olie mesin yg sesuai standard dari pabrik. Walaupun byk olie yg beredar dipasaran dgn speksifikasi yg sama, tp pd kenyataan nya , belum tentu akan menghasilkan kinerja yg sama. Beberapa pengguna jg sudah mengeluhkan adanya pengurangan oli setelah menggunakan merk tertentu diluar oli pabrikan.

    Kedua, pemilihan bahan bakar. Seperti yg kita tahu, pertamax lebih enak untuk tarikan, tp apakah tepat? Semua kembali lg ke pengguna masing2. kondisi jalan yg macet, dll. Akan membuat mesin jd lebih panas.lain critanya kalo tinggal di daerah dingin.

    Trus ketepatan waktu servis dan ganti olie. Walau susah utk dibuktikan, tp sudah fakta, hal ini sangat berpengaruh.

    Jadi, mau motor awet? Gunakanlah dengan baik dan benar, dan rawatlah sebaik2 nya.

    @Bro ardy : artikelnya menarik. Thanks alo bro

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s