Test

Ultimate Journey Blogger Jawa – Bali bersama Vario Techno 125 PGM-FI (#3)

Day-2 : Melahap Rute Banyuwangi – Tabanan, Bali

Denpasar – Setelah rombongan rehat saat menyeberangi selat bali, kamipun kembali bersiap untuk menuntaskan rute pamungkas menuju Tabanan – Bali. Jarak yang kami tempuh menurut catatan Runtastic adalah 115.56 km dengan kontur jalan sangat variatif dan lengkap. Tercatat maksimal kecepatan yang saya dapat saat menunggangi Vario Techno 125 PGM-FI ini adalah 88 kpj dengan rerata kecepatan 52.4 kpj, dan lama perjalanan mencapai 2 jam lebih 12 menit. Jujur saja ini kali pertama saya melakukan touring dengan perjalanan non-stop, bahkan bisa dibilang selama 2 jam kaki sama sekali tidak menyentuh badan jalan… nge-Gas teruuuusssss….!  😀

ArdyPurnawanSani.com

Hasil Uji Vario 125 PGMFI dengan Rute : Pelabuhan Gilimanuk – Tabanan, Bali (versi Runtastic)

Selama perjalanan saya merasakan performa yang cukup baik dari Vario Techno 125 PGM-FI ini, selain getaran yang lumayan terasa pada putaran bawah, matic dengan desain futuristic ini memiliki tenaga yang handal untuk melahap semua kondisi jalan. Saya memilih Vario Techno 125 PGM-FI berwarna orange yang tidak menggunakan sistem Combi Brake System (CBS), namun selama perjalanan sistem pengereman standar yang ada sudah cukup mumpuni menahan laju matic dengan berat kosong 112 kg ditambah 80 kg berat saya, tentunya dengan tetap memperhatikan jarak aman dengan pengendara didepan kita selama perjalanan.

Dari sekian banyak kelebihan yang dimiliki oleh Vario Techno 125 PGM-FI ini ijinkan saya memberikan catatan sedikit saja untuk matic dengan sistem injeksi yang di-bandrol dengan harga 15,1 juta on the road. Pertama adalah getaran pada putaran bawah yang lumayan mengganggu, dan saya belum mendapatkan penjelasan teknis mengenai hal ini. Hal ini pernah saya bahas juga dengan sesama blogger tapi jawaban yang ada masih seputar asumsi. Kebetulan saya pernah mencoba beberapa matic dengan cc sama yaitu 125, tapi getaran yang saya rasakan pada Vario Techno 125 PGM-FI ini jauh lebih terasa dibandingkan matic lainnya.

Kedua, terkait bentuk tombol klakson pada Vario Techno 125 PGM-FI ini yang sedikit berbeda dengan bentuk tombol klakson motor kebanyakan, pada matic keluaran terbaru Honda ini bentuknya tetap segitiga hanya saja bagian yang menonjol-nya menjauhi posisi handgrip, sehingga menyulitkan jempol kiri saya untuk menjangkau-nya.

Posisi Klakson Vario Techno 125 PGMFI vs Hayate 125

Hal ini terkesan sederhana, namun keberadaan klakson sebagai bagian dari fitur keselamatan menjadi penting saat kita menghadapi situasi tertentu dalam perjalanan, seperti memberikan isyarat kepada penggendara lain, memberikan peringatan dini pada pengguna jalan lain, dan seterusnya.

Ketiga, saya sempat merasakan agak limbung pada bagian buritan saat menghajar lubang dijalan dengan kecepatan 80-an kpj. dugaan sementara adalah karena faktor berat badan saya yang cukup membebani suspensi belakang ber-spesifikasi lengan ayun dengan shockbreaker tunggal. Kondisi tersebut sempat membuat Taufik TMC yang selama dalam perjalanan berada pada sisi sebelah kiri saya menjadi tersudut hingga ke-pinggir jalan, syukurlah si-akang selamat dan mampu melakukan manuver manis untuk menghindari saya yang keluar dari riding line. Sorry kang…😀

Nah, selebihnya berdasarkan klaim pihak AHM matic ini juga telah menorehkan beberapa prestasi diantaranya adalah: Konsumsi bahan bakar teririt yaitu 78,8 km/liter yang tercatat pada rute Yogyakarta-Solo. Sedangkan rerata penggunaan konsumsi bahan bakar sepanjang perjalanan pada semua motor adalah 58,1 km/liter. Top speed tertinggi diraih pada rute Pamanukan-Cirebon dengan kecepatan 126 kilometer/jam.

Thanks to AHM terutama Divisi HC3 dan Bro Tedy tentunya. Salam One Heart !

Blogger berfoto bersama dengan Brand Ambassador AHM VJ Daniel

Saat Launching Vario Techno 125 PGM-FI di Denpasar

11 thoughts on “Ultimate Journey Blogger Jawa – Bali bersama Vario Techno 125 PGM-FI (#3)

  1. PCX 125 gak laku, daripada basi tuh mesin…. lebih baik ditempel ke vario deh, masalah casing ganti sih, emang dah ahli-nya honda mas bro,,,

  2. d test ja sama hayate …
    suzuki hayate top speed ny jg kncang ..
    klw mslh getaran msin itu trltak pd v-belt yg d gnakn..
    vario 125i mmakai V-belt biasa, Sdngkn hayate mmakai V-belt CVT,, yahh jls lh gtaran msin hayate lbih minim drpd vario..

  3. Salam kenal bro, mau nginfoin ini ada CHARGER HP UNTUK DIMOTOR agar hpnya ON terus disaat TOURING/MUDIK. Ada dua jenis : kabel yang model usb (9 in 1) atau kabel yang partial (9 in 1) untuk berbagai jenis hp. Harga /set Rp 60.000. hub tlpn/sms ke 081382350201 . ditunggu bro .thank-rudy karawang

  4. Permisi mas, mau tanya. Pas di GPS runtastic kan topspeed 88 kpj. Nah, versi speedonya berapa ? 105 kpj sampai nggak mas ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s